1
Ideal Rasional vs. Realitas Manusia
ECON001Lesson 18
00:00

Landasan keuangan modern bertumpu pada Ideal Rasional, sebuah konstruksi matematis di mana individu memaksimalkan utilitas melalui pilihan rasionalyang konsisten. Dunia ini dibangun di atas pundak para raksasa: Cardano (matematika perjudian), Graunt (statistika), dan Gauss (distribusi normal). Namun, keuangan perilaku mengungkapkan kegagalan mendasar dari model rasional: kesalahannya bukan pada logikanya, melainkan pada kebutuhannya akan otak manusia yang mampu sepenuhnya tidak bias dan tak terbatas secara komputasi.

YANG IDEAL (GAUSS)Model Rasional: Noise Simetris yang Tidak BiasSimpangan Baku (Οƒ)NilaiRata-rata (ΞΌ)Noise yang Tidak BiasKesalahan bersifat acak dan saling meniadakanKENYATAAN (PROSPEK)Model Perilaku: Bias SistematisKeuntungan (+)(-) KerugianNilai (+)Nilai (-)Kurva Lebih CuramKurva Lebih LandaiBias SistematisRespons asimetris: Kerugian terasa lebih menyakitkan

Definisi Investor Rasional

Dalam teori klasik, seorang investor rasional akan terkadang menaksir terlalu tinggi dan terkadang menaksir terlalu rendah, tetapi tidak akan selalu menaksir terlalu tinggi atau terlalu rendah. Ini mengasumsikan bahwa kesalahan hanyalah noise acak. Teori Prospek menantang hal ini, membuktikan bahwa manusia menimbang kerugian jauh lebih berat daripada keuntungan yang setaraβ€”sebuah bias sistematis. Seperti yang Nicholas Bernoulli catat dalam Paradoks St. Petersburg, kita tidak mencari kekayaan; kita mencari utilitas.

Desain vs. Sang Perancang

Sementara perancang pasar seperti Alvin Roth menciptakan sistem canggih untuk hasil yang efisien, model ini gagal karena mengabaikan perangkat keras biologis. Kita mencoba menjalankan perangkat lunak yang sempurna (Teori Portofolio Modern) pada perangkat keras yang berantakan (sistem limbik). Sebagai contoh, taruhan dengan nilai harapan +$50 sering ditolak oleh manusia karena rasa sakit psikologis dari potensi kerugianβ€”sebuah pelanggaran langsung terhadap ideal rasional.